Mendapatkan pelanggan pertama sering menjadi salah satu tantangan terbesar ketika memulai bisnis online. Produk mungkin sudah tersedia, akun media sosial sudah dibuat, bahkan promosi sudah dilakukan, tetapi belum ada orang yang melakukan pembelian.
Kondisi tersebut cukup umum dialami oleh bisnis yang baru berjalan. Calon pelanggan biasanya belum mengenal penjual, belum mengetahui kualitas produk, atau masih mempertimbangkan apakah toko tersebut dapat dipercaya.
Karena itu, fokus pada tahap awal sebaiknya bukan hanya mengejar sebanyak mungkin penjualan. Yang lebih penting adalah membangun kepercayaan, menemukan calon pelanggan yang tepat, dan memberikan alasan yang jelas mengapa mereka perlu mencoba produk yang ditawarkan.
Mengapa Mendapatkan Pelanggan Pertama Terasa Sulit?
Bisnis yang baru dimulai belum memiliki banyak bukti transaksi. Jumlah ulasan mungkin masih sedikit dan nama bisnis belum dikenal.
Calon pelanggan dapat memiliki beberapa pertanyaan sebelum membeli, seperti:
- Apakah produk benar-benar tersedia?
- Apakah kualitasnya sesuai dengan deskripsi?
- Apakah penjual dapat dipercaya?
- Bagaimana proses pembayaran?
- Apakah barang akan dikirim sesuai pesanan?
- Bagaimana jika terjadi masalah setelah pembelian?
Keraguan tersebut merupakan hal yang wajar.
Oleh karena itu, bisnis baru perlu memberikan informasi yang dapat membantu calon pelanggan merasa lebih yakin.
1. Tentukan Siapa Calon Pelanggan
Sebelum mencari pelanggan, tentukan terlebih dahulu siapa yang paling mungkin membutuhkan produk.
Misalnya, jika menjual perlengkapan olahraga, calon pelanggan dapat berupa orang yang rutin berolahraga atau baru mulai melakukan aktivitas olahraga tertentu.
Jika menjual produk untuk kebutuhan kerja, targetnya dapat berbeda lagi.
Cobalah menentukan:
- Siapa yang membutuhkan produk?
- Masalah apa yang ingin mereka selesaikan?
- Berapa kisaran harga yang sesuai?
- Di mana mereka biasanya mencari informasi?
- Apa yang menjadi pertimbangan mereka sebelum membeli?
Semakin jelas targetnya, semakin mudah menentukan cara promosi.
2. Pastikan Produk Siap Dijual
Sebelum melakukan promosi, pastikan informasi dasar produk sudah lengkap.
Periksa:
- Foto produk.
- Nama produk.
- Harga.
- Variasi atau ukuran.
- Ketersediaan stok.
- Deskripsi.
- Cara pemesanan.
- Metode pembayaran.
- Informasi pengiriman.
Jangan sampai calon pelanggan sudah tertarik tetapi akhirnya batal karena tidak menemukan informasi yang mereka perlukan.
3. Buat Profil Bisnis yang Terlihat Profesional
Bisnis kecil sekalipun tetap perlu memberikan informasi yang jelas.
Profil bisnis sebaiknya mencantumkan informasi seperti:
- Nama bisnis.
- Produk atau layanan yang ditawarkan.
- Cara menghubungi penjual.
- Lokasi atau area layanan jika relevan.
- Jam pelayanan jika diperlukan.
- Tautan menuju halaman pemesanan.
Tidak perlu membuat profil yang terlalu rumit. Yang penting calon pelanggan mengetahui siapa yang mereka hubungi dan bagaimana cara melakukan transaksi.
4. Mulai dari Lingkungan yang Sudah Dikenal
Untuk mendapatkan pelanggan pertama, tidak selalu harus langsung mencari orang yang sama sekali tidak dikenal.
Lingkungan sekitar dapat menjadi titik awal, misalnya:
- Teman.
- Rekan kerja.
- Komunitas yang relevan.
- Tetangga.
- Kenalan yang memang membutuhkan produk.
Namun, hindari memaksa orang membeli hanya karena mereka mengenal kita.
Lebih baik memperkenalkan produk dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menentukan apakah produk tersebut sesuai kebutuhan.
5. Gunakan Media Sosial untuk Memperkenalkan Produk
Media sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan.
Konten tidak harus selalu berupa promosi langsung.
Beberapa jenis konten yang dapat dibuat antara lain:
- Penjelasan mengenai produk.
- Cara menggunakan produk.
- Tips yang berkaitan dengan produk.
- Proses pengemasan.
- Pertanyaan yang sering diajukan pelanggan.
- Informasi mengenai variasi produk.
- Pengalaman pelanggan setelah menggunakan produk.
Konten yang informatif dapat membantu calon pelanggan memahami produk sebelum mengambil keputusan.
6. Jangan Hanya Menulis “Beli Sekarang”
Promosi yang terlalu sederhana sering kali tidak memberikan informasi yang cukup.
Daripada hanya menulis:
“Produk bagus, buruan beli!”
jelaskan alasan produk tersebut relevan bagi calon pelanggan.
Misalnya:
“Bagi Anda yang membutuhkan tempat penyimpanan sederhana untuk perlengkapan kerja, produk ini memiliki beberapa ruang penyimpanan dan dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.”
Tentu saja, informasi tersebut harus sesuai dengan produk sebenarnya.
7. Tawarkan Produk kepada Orang yang Memang Membutuhkan
Promosi yang dilakukan kepada orang yang tidak membutuhkan produk biasanya kurang efektif.
Misalnya, jika menjual perlengkapan memasak, fokuskan konten dan promosi kepada orang yang memang memiliki ketertarikan terhadap memasak atau kebutuhan rumah tangga.
Tujuannya bukan mencari sebanyak mungkin orang untuk melihat produk, tetapi mencari orang yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk membutuhkannya.
8. Berikan Penawaran Awal yang Masuk Akal
Bisnis baru dapat memberikan penawaran khusus untuk memperkenalkan produk.
Contohnya:
- Harga perkenalan dalam periode tertentu.
- Paket pembelian.
- Bonus untuk pembelian tertentu.
- Potongan harga dengan syarat yang jelas.
Namun, jangan membuat penawaran yang membingungkan.
Jika ada batas waktu, jumlah produk, atau persyaratan tertentu, sampaikan secara terbuka.
Penawaran sebaiknya digunakan untuk memperkenalkan produk, bukan membuat calon pelanggan merasa tertekan.
9. Bangun Kepercayaan dengan Informasi yang Jujur
Kepercayaan merupakan salah satu bagian penting dalam transaksi online.
Jangan menggunakan foto yang berbeda jauh dari produk sebenarnya atau membuat klaim yang tidak dapat dibuktikan.
Jika produk memiliki kekurangan, jelaskan dengan wajar.
Kejujuran dapat membantu mengurangi masalah setelah transaksi dan membuat pelanggan mengetahui apa yang sebenarnya mereka beli.
10. Kumpulkan Ulasan dari Pelanggan Pertama
Setelah mendapatkan pelanggan pertama, jangan berhenti pada transaksi.
Mintalah pelanggan memberikan ulasan jika mereka bersedia.
Ulasan dapat berupa:
- Pendapat mengenai produk.
- Pengalaman membeli.
- Foto produk yang diterima.
- Penilaian terhadap pelayanan.
Jangan membuat atau membeli ulasan palsu.
Ulasan yang berasal dari pelanggan sebenarnya dapat menjadi informasi yang lebih berguna bagi calon pembeli berikutnya.
11. Jadikan Pertanyaan Pelanggan sebagai Bahan Konten
Pertanyaan yang sering diajukan calon pelanggan dapat menunjukkan informasi apa yang masih kurang.
Misalnya banyak orang bertanya:
“Berapa ukurannya?”
Maka informasi ukuran sebaiknya dibuat lebih mudah ditemukan pada halaman produk.
Jika banyak orang bertanya mengenai cara penggunaan, buat konten khusus yang menjelaskan hal tersebut.
Dengan cara ini, pertanyaan pelanggan tidak hanya dijawab satu per satu, tetapi dapat digunakan untuk memperbaiki informasi bisnis.
12. Berikan Respons yang Baik
Calon pelanggan mungkin tidak langsung membeli ketika pertama kali bertanya.
Jangan langsung menganggap mereka tidak serius.
Jawab pertanyaan dengan sopan dan jelas.
Jika ada informasi yang belum diketahui, lebih baik mengatakan akan memeriksanya terlebih dahulu daripada memberikan jawaban yang tidak pasti.
Pelayanan yang baik dapat membuat calon pelanggan merasa lebih nyaman.
13. Permudah Proses Pembelian
Setelah calon pelanggan tertarik, jangan membuat proses pembelian terlalu rumit.
Pastikan mereka mengetahui:
- Produk yang dipilih.
- Harga.
- Cara melakukan pemesanan.
- Metode pembayaran.
- Informasi pengiriman.
- Cara menghubungi penjual jika ada masalah.
Semakin sederhana prosesnya, semakin kecil kemungkinan calon pelanggan bingung sebelum menyelesaikan transaksi.
14. Gunakan Marketplace atau Platform yang Sesuai
Bisnis pemula dapat memanfaatkan platform yang sudah digunakan oleh calon pelanggan.
Marketplace dapat membantu menyediakan sistem untuk menampilkan produk, menerima pesanan, dan mengelola transaksi.
Media sosial juga dapat digunakan untuk membangun komunikasi dan memperkenalkan produk.
Tidak perlu langsung menggunakan semua platform.
Pilih satu atau dua saluran yang paling sesuai dengan target pelanggan dan kemampuan untuk mengelolanya.
15. Buat Konten Secara Konsisten
Mendapatkan pelanggan pertama mungkin membutuhkan waktu.
Karena itu, jangan berhenti membuat konten hanya karena beberapa unggahan belum menghasilkan penjualan.
Buat jadwal yang realistis.
Contohnya:
- Senin: informasi produk.
- Rabu: tips yang berkaitan dengan produk.
- Jumat: menjawab pertanyaan pelanggan.
- Minggu: pengalaman atau ulasan pelanggan.
Jadwal tersebut dapat disesuaikan.
Konsistensi lebih penting daripada membuat banyak konten sekaligus lalu berhenti dalam waktu lama.
16. Jangan Langsung Menghabiskan Banyak Uang untuk Iklan
Iklan dapat membantu memperluas jangkauan, tetapi bisnis yang baru dimulai sebaiknya memahami terlebih dahulu produk dan target pelanggannya.
Sebelum meningkatkan anggaran iklan, periksa:
- Apakah halaman produk sudah jelas?
- Apakah foto sudah cukup baik?
- Apakah harga kompetitif untuk target pasar?
- Apakah proses pembelian mudah?
- Apakah calon pelanggan memahami manfaat produk?
Jika masalah utamanya adalah informasi produk yang kurang, menambah anggaran iklan belum tentu menyelesaikan masalah.
17. Catat dari Mana Pelanggan Datang
Ketika mulai mendapatkan pelanggan, catat bagaimana mereka menemukan bisnis.
Misalnya:
- Media sosial.
- Marketplace.
- Rekomendasi teman.
- Pencarian internet.
- Grup atau komunitas.
- Konten tertentu.
Data sederhana tersebut dapat membantu mengetahui saluran mana yang paling berguna.
Jika sebagian besar pelanggan datang dari satu sumber, bisnis dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan sumber tersebut lebih lanjut.
18. Jangan Takut Mengubah Strategi
Jika cara pertama belum berhasil, bukan berarti produknya pasti tidak laku.
Bisa saja masalahnya terletak pada:
- Target pelanggan yang kurang tepat.
- Harga.
- Foto.
- Deskripsi produk.
- Cara promosi.
- Platform yang digunakan.
- Proses pembelian.
Lakukan perubahan satu per satu sehingga lebih mudah mengetahui apa yang memberikan hasil berbeda.
Contoh Strategi Mendapatkan Pelanggan Pertama
Misalnya seseorang baru membuka bisnis makanan ringan.
Strategi sederhana yang dapat dilakukan:
Langkah 1: menentukan jenis pelanggan yang paling mungkin menyukai produk.
Langkah 2: membuat foto produk yang jelas.
Langkah 3: menuliskan harga, ukuran, komposisi, dan informasi penyimpanan.
Langkah 4: memperkenalkan produk melalui media sosial.
Langkah 5: menawarkan produk kepada lingkungan terdekat tanpa memaksa.
Langkah 6: memberikan pelayanan yang baik kepada pembeli pertama.
Langkah 7: meminta ulasan secara sukarela.
Langkah 8: menggunakan pengalaman pelanggan untuk memperbaiki promosi berikutnya.
Strategi tersebut dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus langsung membuat kampanye besar.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Membeli pengikut
Jumlah pengikut yang besar tidak menjamin adanya pelanggan.
Membuat ulasan palsu
Ulasan seharusnya berasal dari pengalaman pelanggan sebenarnya.
Menggunakan klaim berlebihan
Hindari menjanjikan hasil yang tidak dapat dibuktikan.
Mengirim promosi secara berlebihan
Promosi yang terlalu sering dapat mengganggu calon pelanggan.
Mengabaikan pelanggan setelah transaksi
Hubungan dengan pelanggan sebaiknya tidak berhenti setelah pembayaran diterima.
Checklist Sebelum Mencari Pelanggan Pertama
Gunakan checklist berikut:
- Target pelanggan sudah ditentukan.
- Produk sudah siap dijual.
- Foto produk jelas.
- Deskripsi produk lengkap.
- Harga mudah ditemukan.
- Cara pemesanan jelas.
- Informasi pembayaran tersedia.
- Informasi pengiriman tersedia.
- Profil bisnis memiliki kontak yang jelas.
- Media promosi sudah dipersiapkan.
- Sistem pencatatan penjualan sudah tersedia.
- Siap memberikan pelayanan setelah transaksi.
Kesimpulan
Mendapatkan pelanggan pertama untuk bisnis online membutuhkan proses. Bisnis yang baru dimulai belum memiliki reputasi dan banyak ulasan sehingga wajar jika calon pelanggan masih ragu.
Daripada hanya mengejar jumlah promosi, mulailah dengan menentukan target pelanggan, memperbaiki informasi produk, membangun kepercayaan, memberikan pelayanan yang baik, dan membuat proses pembelian menjadi mudah.
Setelah transaksi pertama berhasil, gunakan pengalaman tersebut untuk mendapatkan pelanggan berikutnya. Kumpulkan ulasan yang nyata, perhatikan pertanyaan pelanggan, catat sumber penjualan, dan terus perbaiki cara menawarkan produk.
Dengan langkah yang konsisten dan evaluasi yang rutin, bisnis memiliki peluang untuk berkembang secara lebih terarah tanpa harus mengandalkan satu strategi saja.