Akun online sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Email, media sosial, marketplace, layanan perbankan, penyimpanan cloud, dan berbagai aplikasi lainnya biasanya menggunakan akun untuk menyimpan informasi pengguna.
Masalahnya, satu akun yang berhasil diambil alih dapat memberikan akses kepada orang lain terhadap informasi yang seharusnya bersifat pribadi.
Karena itu, keamanan akun tidak sebaiknya baru diperhatikan setelah terjadi masalah. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak awal untuk mengurangi risiko pembajakan akun.
Mengapa Akun Online Perlu Diamankan?
Akun online tidak hanya berisi nama pengguna atau foto profil.
Tergantung jenis layanannya, sebuah akun dapat terhubung dengan:
- alamat email;
- nomor telepon;
- foto dan dokumen;
- percakapan pribadi;
- daftar kontak;
- riwayat transaksi;
- akun lain;
- atau informasi pembayaran.
Jika seseorang mendapatkan akses tanpa izin, informasi tersebut dapat disalahgunakan.
Risikonya juga dapat menjadi lebih besar jika satu password digunakan untuk banyak layanan.
1. Gunakan Password yang Berbeda
Salah satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari adalah menggunakan password yang sama untuk semua akun.
Misalnya password yang sama digunakan untuk email, media sosial, marketplace, dan layanan lainnya.
Jika salah satu layanan mengalami kebocoran data, password tersebut dapat dicoba pada layanan lain.
Karena itu, gunakan password berbeda untuk akun yang berbeda, terutama untuk akun penting seperti email utama dan layanan yang berkaitan dengan keuangan.
2. Buat Password yang Sulit Ditebak
Hindari password yang mudah dikaitkan dengan diri sendiri.
Contohnya:
- nama lengkap;
- tanggal lahir;
- nomor telepon;
- nama pasangan;
- nama hewan peliharaan;
- atau kombinasi sederhana seperti
123456.
Password yang baik sebaiknya cukup panjang dan tidak mudah ditebak.
Jika kesulitan mengingat banyak password, gunakan password manager yang terpercaya untuk membantu menyimpannya.
3. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA) memberikan lapisan keamanan tambahan.
Dengan fitur ini, login tidak hanya bergantung pada password.
Tergantung layanan yang digunakan, pengguna mungkin diminta memberikan faktor tambahan seperti:
- kode dari aplikasi autentikator;
- konfirmasi pada perangkat;
- atau metode keamanan lain.
Jika seseorang mengetahui password tetapi tidak memiliki faktor kedua yang diperlukan, akses ke akun menjadi lebih sulit.
Untuk akun penting, 2FA sangat layak dipertimbangkan.
4. Amankan Email Utama
Email sering menjadi salah satu akun paling penting.
Mengapa?
Karena email biasanya digunakan untuk menerima:
- tautan reset password;
- kode verifikasi;
- pemberitahuan keamanan;
- dan informasi dari berbagai layanan.
Jika email utama berhasil dikuasai orang lain, beberapa akun lain yang terhubung dengan email tersebut juga dapat berisiko.
Karena itu, gunakan password yang kuat dan berbeda untuk email utama serta aktifkan metode keamanan tambahan jika tersedia.
5. Jangan Memberikan Kode OTP
Kode OTP atau kode verifikasi harus diperlakukan sebagai informasi rahasia.
Jika seseorang menghubungi Anda dan mengaku sebagai:
- admin;
- petugas layanan;
- pihak keamanan;
- atau customer service,
kemudian meminta kode OTP, jangan langsung memberikannya.
Penipu sering menggunakan alasan seperti:
“Untuk verifikasi akun.”
“Untuk membatalkan transaksi.”
“Untuk mengamankan akun.”
“Untuk mengaktifkan hadiah.”
Jangan berikan kode tersebut hanya karena seseorang mengetahui nama atau informasi lain mengenai Anda.
6. Waspadai Link Login Palsu
Salah satu cara yang sering digunakan untuk mencuri informasi login adalah membuat halaman yang menyerupai situs asli.
Pengguna kemudian diarahkan untuk memasukkan:
- email;
- username;
- password;
- atau kode verifikasi.
Sebelum login melalui tautan yang diterima, periksa alamat situs dengan teliti.
Jika tautan berasal dari pesan yang tidak terduga, lebih aman membuka aplikasi atau situs resmi secara langsung daripada menggunakan tautan tersebut.
7. Jangan Terburu-buru Saat Menerima Pesan Mendesak
Pesan yang menciptakan rasa panik sering membuat orang mengambil keputusan tanpa memeriksa informasi.
Contohnya:
“Akun Anda akan ditutup dalam 10 menit.”
“Transaksi mencurigakan, segera klik link berikut.”
“Hadiah Anda akan hangus jika tidak diverifikasi sekarang.”
Kalimat seperti itu sebaiknya tidak langsung dipercaya.
Berhenti sejenak, periksa sumber pesan, dan buka layanan melalui aplikasi atau situs resmi.
8. Periksa Perangkat yang Login
Beberapa layanan memungkinkan pengguna melihat daftar perangkat atau sesi yang sedang login.
Periksa daftar tersebut secara berkala.
Jika terdapat perangkat atau lokasi yang tidak dikenal, lakukan pemeriksaan.
Jika Anda yakin bukan Anda yang melakukan login, segera:
- keluar dari sesi yang tidak dikenal;
- ganti password;
- aktifkan atau periksa 2FA;
- dan periksa aktivitas akun.
Fitur ini sangat berguna terutama untuk akun yang digunakan pada banyak perangkat.
9. Jangan Login di Perangkat Umum Sembarangan
Komputer di tempat umum atau perangkat milik orang lain sebaiknya tidak digunakan untuk membuka akun penting jika tidak diperlukan.
Jika terpaksa menggunakannya, pastikan Anda keluar dari akun setelah selesai.
Jangan menyimpan password pada browser atau mengaktifkan fitur yang membuat akun tetap login.
Untuk layanan yang sangat penting, lebih baik menggunakan perangkat pribadi yang Anda kendalikan.
10. Hati-Hati dengan Wi-Fi Publik
Wi-Fi publik dapat berguna ketika tidak tersedia koneksi internet pribadi.
Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati saat mengakses akun penting melalui jaringan yang tidak dikenal.
Hindari melakukan aktivitas sensitif jika tidak diperlukan.
Pastikan koneksi dan situs yang digunakan benar, dan gunakan perlindungan keamanan yang tersedia pada perangkat.
11. Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi
Pembaruan sistem operasi dan aplikasi dapat memperbaiki berbagai masalah, termasuk masalah keamanan.
Karena itu, jangan terlalu lama mengabaikan pembaruan.
Periksa secara berkala:
- sistem operasi;
- browser;
- aplikasi utama;
- dan aplikasi keamanan yang digunakan.
Gunakan versi terbaru yang tersedia dan berasal dari sumber resmi.
12. Hapus Aplikasi yang Tidak Digunakan
Aplikasi yang sudah tidak digunakan sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja.
Selain menghabiskan penyimpanan, aplikasi yang tidak diperlukan juga dapat menjadi bagian dari permukaan risiko keamanan perangkat.
Jika aplikasi sudah tidak dibutuhkan, pertimbangkan untuk menghapusnya.
13. Periksa Izin Aplikasi
Aplikasi yang terpasang pada smartphone dapat memiliki berbagai izin.
Periksa kembali izin yang diberikan, terutama pada aplikasi yang sudah lama terpasang.
Jika ada izin yang tidak lagi diperlukan, pengguna dapat mempertimbangkan untuk mencabutnya melalui pengaturan perangkat.
Jangan memberikan akses hanya karena aplikasi memintanya tanpa memahami fungsinya.
14. Jangan Menggunakan Password di Situs yang Tidak Jelas
Jika sebuah situs meminta Anda login, periksa terlebih dahulu apakah situs tersebut memang resmi.
Perhatikan alamat domain dan cara situs tersebut diperoleh.
Jangan memasukkan password ke halaman yang datang dari tautan mencurigakan.
Jika ragu, tutup halaman tersebut dan buka layanan melalui alamat resmi yang Anda ketahui.
15. Pisahkan Akun Penting dan Akun Biasa
Tidak semua akun memiliki tingkat kepentingan yang sama.
Email utama, akun keuangan, dan akun yang digunakan untuk memulihkan layanan lain sebaiknya mendapatkan perlindungan lebih kuat.
Gunakan password berbeda dan aktifkan keamanan tambahan untuk akun-akun tersebut.
Dengan begitu, jika salah satu akun biasa mengalami masalah, akun penting tidak otomatis ikut terancam.
16. Jangan Membagikan Informasi Login
Jangan membagikan username, password, atau kode keamanan kepada orang lain hanya karena mereka mengaku membutuhkan akses sementara.
Jika seseorang benar-benar membutuhkan akses untuk pekerjaan, gunakan fitur resmi yang disediakan layanan apabila tersedia.
Hindari memberikan password pribadi.
17. Waspadai Tawaran Hadiah dan Keuntungan
Pesan yang menawarkan hadiah, uang, voucher, atau keuntungan besar dapat digunakan untuk menarik perhatian pengguna.
Contohnya:
“Selamat, Anda mendapatkan hadiah.”
“Akun Anda terpilih mendapatkan bonus.”
“Klik untuk mengambil saldo.”
Sebelum mengikuti instruksi, periksa apakah informasi tersebut benar-benar berasal dari penyedia layanan.
Jangan memasukkan informasi login hanya karena ditawari hadiah.
18. Periksa Aktivitas Akun Secara Berkala
Beberapa layanan menyediakan riwayat aktivitas atau keamanan.
Manfaatkan fitur tersebut jika tersedia.
Periksa apakah ada:
- login yang tidak dikenal;
- perubahan password;
- perubahan email;
- perangkat baru;
- transaksi yang tidak dilakukan;
- atau aktivitas lainnya.
Semakin cepat aktivitas mencurigakan diketahui, semakin cepat pula tindakan dapat dilakukan.
19. Siapkan Metode Pemulihan Akun
Jangan hanya memikirkan cara login.
Pikirkan juga bagaimana akun dapat dipulihkan jika password lupa atau akun mengalami masalah.
Periksa apakah email pemulihan atau nomor telepon yang terhubung masih aktif.
Jika layanan menyediakan kode pemulihan atau backup codes untuk 2FA, simpan dengan aman dan jangan membagikannya kepada orang lain.
20. Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Diduga Diretas?
Jika menemukan aktivitas yang tidak Anda lakukan, jangan menunggu terlalu lama.
Langkah awal yang dapat dilakukan:
- Ganti password dari perangkat yang aman.
- Keluar dari sesi atau perangkat yang tidak dikenal.
- Aktifkan atau periksa kembali 2FA.
- Periksa email dan nomor pemulihan.
- Periksa aktivitas akun.
- Hubungi dukungan resmi layanan jika diperlukan.
- Periksa akun lain yang menggunakan password yang sama.
Jika password yang sama digunakan pada beberapa layanan, segera ganti password tersebut pada layanan lainnya.
Checklist Keamanan Akun
Gunakan checklist sederhana berikut:
☐ Password setiap akun penting berbeda.
☐ Password tidak mudah ditebak.
☐ 2FA sudah diaktifkan jika tersedia.
☐ Email utama sudah diamankan.
☐ OTP tidak pernah diberikan kepada orang lain.
☐ Tidak sembarangan membuka link login.
☐ Perangkat yang login diperiksa secara berkala.
☐ Sistem operasi dan aplikasi diperbarui.
☐ Aplikasi yang tidak diperlukan dihapus.
☐ Izin aplikasi diperiksa.
☐ Informasi pemulihan akun masih aktif.
☐ Aktivitas akun diperiksa secara berkala.
Semakin banyak poin yang terpenuhi, semakin baik kebiasaan keamanan akun yang diterapkan.
Kesimpulan
Mengamankan akun online tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit.
Langkah dasar seperti menggunakan password berbeda, mengaktifkan verifikasi dua langkah, menjaga kerahasiaan OTP, memeriksa perangkat yang login, dan berhati-hati terhadap tautan mencurigakan sudah dapat membantu meningkatkan keamanan.
Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kebiasaan untuk tidak terburu-buru ketika menerima pesan yang meminta login, kode verifikasi, atau informasi pribadi.
Keamanan akun bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan. Pengguna juga memiliki peran penting dalam menjaga informasi login dan perangkat yang digunakan.
Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, risiko akun diambil alih dapat dikurangi dan masalah keamanan dapat diketahui lebih cepat.
