Memasang aplikasi baru di smartphone sudah menjadi hal yang biasa. Aplikasi dapat digunakan untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, berbelanja, mengedit foto dan video, sampai melakukan berbagai aktivitas lainnya.
Namun, kemudahan tersebut juga membuat pengguna perlu lebih berhati-hati. Tidak semua aplikasi yang terlihat menarik atau memiliki banyak pengguna otomatis aman untuk digunakan.
Sebelum menekan tombol Instal, ada beberapa hal sederhana yang dapat diperiksa terlebih dahulu. Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi risiko memasang aplikasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan, meminta izin berlebihan, atau berasal dari sumber yang kurang terpercaya.
Mengapa Keamanan Aplikasi Perlu Diperiksa?
Ketika sebuah aplikasi dipasang, aplikasi tersebut dapat meminta akses tertentu pada perangkat.
Tergantung fungsinya, izin tersebut mungkin diperlukan agar aplikasi dapat bekerja dengan baik.
Misalnya, aplikasi kamera membutuhkan akses kamera. Aplikasi navigasi mungkin membutuhkan akses lokasi.
Masalahnya muncul ketika sebuah aplikasi meminta akses yang tidak berhubungan dengan fungsi utamanya.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya melihat nama aplikasi atau jumlah unduhan, tetapi juga memahami siapa pengembangnya, izin yang diminta, serta informasi lain yang tersedia.
1. Periksa Nama Pengembang
Langkah pertama yang cukup sederhana adalah melihat siapa yang membuat aplikasi.
Jangan hanya memperhatikan nama aplikasinya.
Dua aplikasi dapat memiliki nama yang mirip, sementara pengembangnya berbeda.
Sebelum memasang, periksa:
- nama pengembang;
- informasi pengembang;
- aplikasi lain yang dibuat;
- situs resmi jika tersedia;
- serta informasi kontak.
Jika sebuah aplikasi mengaku sebagai produk perusahaan tertentu tetapi informasi pengembangnya tidak sesuai, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
2. Baca Deskripsi Aplikasi
Deskripsi aplikasi dapat memberikan gambaran mengenai fungsi sebenarnya.
Perhatikan apakah fitur yang dijelaskan masuk akal dengan kategori aplikasi tersebut.
Misalnya aplikasi sederhana untuk menghitung sesuatu tidak seharusnya membutuhkan akses yang tidak berhubungan dengan fungsi utamanya tanpa penjelasan yang jelas.
Jangan hanya membaca kalimat promosi seperti “terbaik”, “tercepat”, atau “paling lengkap”.
Cari informasi mengenai apa yang sebenarnya dilakukan aplikasi tersebut.
3. Perhatikan Izin yang Diminta
Izin aplikasi merupakan salah satu bagian penting yang perlu diperiksa.
Android dapat meminta izin untuk mengakses berbagai fungsi atau data pada perangkat, tergantung kebutuhan aplikasi.
Contohnya:
- kamera;
- mikrofon;
- lokasi;
- kontak;
- foto dan video;
- kalender;
- atau fitur lainnya.
Tidak semua permintaan izin berarti aplikasi berbahaya.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah izin tersebut masuk akal dengan fungsi aplikasi.
Misalnya, aplikasi edit foto mungkin membutuhkan akses ke foto dan video untuk memilih gambar yang akan diedit.
Sebaliknya, jika aplikasi sederhana meminta akses yang terasa tidak berkaitan dengan fungsi utamanya, pengguna sebaiknya mencari tahu alasannya.
4. Jangan Memberikan Semua Izin Secara Otomatis
Ketika pertama kali menjalankan aplikasi, pengguna terkadang langsung menekan tombol Izinkan agar proses tidak terganggu.
Kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari.
Baca terlebih dahulu permintaan izin.
Jika sebuah izin tidak diperlukan untuk fungsi yang sedang digunakan, pengguna dapat mempertimbangkan untuk tidak memberikannya.
Pada perangkat Android, izin aplikasi juga dapat diperiksa kembali melalui pengaturan setelah aplikasi terpasang.
5. Periksa Kebijakan Privasi
Aplikasi yang mengumpulkan data pengguna sebaiknya memiliki informasi mengenai bagaimana data tersebut digunakan.
Jika tersedia, baca kebijakan privasinya.
Tidak perlu langsung membaca seluruh dokumen secara mendalam untuk pemeriksaan awal. Cari bagian yang menjelaskan:
- data yang dikumpulkan;
- alasan pengumpulan;
- penggunaan data;
- pembagian data dengan pihak lain;
- penyimpanan data;
- dan cara pengguna menghubungi pengembang.
Jika sebuah aplikasi mengumpulkan banyak informasi tetapi penjelasan mengenai penggunaannya sangat minim, sebaiknya lebih berhati-hati.
6. Lihat Ulasan Pengguna Secara Keseluruhan
Ulasan pengguna dapat membantu memberikan gambaran mengenai pengalaman orang lain.
Namun, jangan hanya melihat rating rata-rata.
Baca beberapa ulasan terbaru dan cari pola keluhan.
Misalnya:
- aplikasi sering berhenti;
- terlalu banyak iklan;
- fungsi tertentu tidak bekerja;
- muncul masalah setelah pembaruan;
- atau pengguna mengalami kesulitan menghubungi pengembang.
Satu komentar negatif tidak otomatis berarti aplikasi berbahaya.
Yang lebih penting adalah melihat apakah terdapat pola masalah yang sama dari banyak pengguna.
7. Perhatikan Tanggal Pembaruan
Aplikasi yang terus mendapatkan pembaruan menunjukkan bahwa pengembang masih melakukan pemeliharaan, meskipun tanggal pembaruan saja tidak dapat dijadikan jaminan keamanan.
Sebaliknya, aplikasi yang sudah lama tidak diperbarui perlu diperiksa lebih lanjut, terutama jika digunakan untuk aktivitas penting.
Perhatikan juga catatan perubahan atau fitur baru yang diberikan oleh pengembang.
8. Unduh dari Sumber yang Terpercaya
Sebisa mungkin, gunakan toko aplikasi resmi perangkat.
Jangan sembarangan mengunduh file instalasi dari situs yang tidak dikenal hanya karena menawarkan versi premium gratis, fitur tambahan, atau keuntungan tertentu.
File aplikasi dari sumber yang tidak jelas dapat meningkatkan risiko keamanan.
Jika memang harus menggunakan aplikasi dari sumber lain, pastikan Anda memahami sumber tersebut dan alasan mengapa aplikasi tidak tersedia melalui toko resmi.
9. Waspadai Aplikasi yang Menjanjikan Sesuatu secara Berlebihan
Aplikasi yang menawarkan hasil tidak masuk akal perlu diperiksa lebih hati-hati.
Misalnya:
- menghasilkan uang dalam jumlah besar tanpa aktivitas yang jelas;
- mendapatkan hadiah mahal dengan proses sangat sederhana;
- membuka fitur premium secara gratis tanpa alasan yang jelas;
- atau menjanjikan keuntungan yang terlalu besar.
Promosi yang menarik bukan berarti aplikasi tersebut pasti bermasalah.
Namun, semakin besar klaim yang diberikan, semakin penting untuk mencari informasi pendukung sebelum memasangnya.
10. Jangan Mudah Percaya pada Iklan
Iklan di internet dapat membuat sebuah aplikasi terlihat sangat menarik.
Namun, iklan pada dasarnya dibuat untuk menarik perhatian.
Karena itu, jangan menjadikan iklan sebagai satu-satunya dasar keputusan.
Jika menemukan aplikasi melalui iklan, buka informasi aplikasinya dan lakukan pemeriksaan sendiri.
Periksa pengembang, ulasan, izin, kebijakan privasi, serta sumber aplikasinya.
11. Hati-Hati dengan Tautan yang Dikirim Orang Lain
Tautan aplikasi dapat dikirim melalui WhatsApp, Telegram, media sosial, email, atau pesan lainnya.
Jika menerima tautan dari orang yang tidak dikenal, jangan langsung mengunduh aplikasi.
Periksa terlebih dahulu ke mana tautan tersebut mengarah.
Jika seseorang mengaku sebagai admin perusahaan dan meminta Anda memasang aplikasi tertentu, pastikan permintaan tersebut memang berasal dari saluran resmi perusahaan.
12. Jangan Berikan Password dan OTP
Aplikasi yang aman sekalipun tidak membuat pengguna boleh memberikan informasi keamanan kepada orang lain.
Jangan memberikan:
- password;
- PIN;
- kode OTP;
- kode verifikasi;
- atau informasi login.
Jika seseorang mengaku sebagai petugas dukungan dan meminta kode tersebut, jangan langsung percaya.
Hubungi layanan melalui saluran resmi dan tanyakan apakah permintaan tersebut benar.
13. Perhatikan Aplikasi yang Meminta Akses Berlebihan
Perhatikan hubungan antara fungsi aplikasi dan izin yang diminta.
Contohnya:
Aplikasi kamera
Akses kamera masuk akal karena kamera merupakan fungsi utama.
Aplikasi perekam suara
Akses mikrofon masuk akal.
Aplikasi navigasi
Akses lokasi dapat diperlukan.
Tetapi jika sebuah aplikasi sederhana meminta banyak jenis akses yang tidak berhubungan dengan fungsi utamanya, pengguna sebaiknya mencari penjelasan terlebih dahulu.
Tidak berarti aplikasi tersebut otomatis berbahaya, tetapi permintaan akses yang tidak jelas merupakan alasan yang cukup untuk lebih berhati-hati.
14. Periksa Ukuran dan Informasi Aplikasi
Ukuran aplikasi bukan indikator keamanan secara langsung.
Namun, informasi teknis seperti ukuran, versi, jumlah unduhan, dan riwayat pembaruan dapat membantu memberikan gambaran umum.
Jangan menjadikan satu indikator sebagai bukti bahwa aplikasi aman atau berbahaya.
Gunakan beberapa informasi sekaligus sebelum mengambil keputusan.
15. Hapus Aplikasi yang Tidak Lagi Digunakan
Keamanan smartphone bukan hanya tentang aplikasi yang baru akan dipasang.
Aplikasi lama yang sudah tidak digunakan juga sebaiknya diperiksa.
Jika sebuah aplikasi sudah tidak diperlukan, pertimbangkan untuk menghapusnya.
Semakin banyak aplikasi yang terpasang, semakin banyak pula perangkat lunak yang perlu diperbarui dan dipantau.
16. Perbarui Sistem dan Aplikasi
Pembaruan sistem operasi dan aplikasi tidak hanya membawa fitur baru.
Pembaruan juga dapat berisi perbaikan bug dan masalah keamanan.
Karena itu, jangan terlalu lama menunda pembaruan tanpa alasan.
Gunakan pengaturan pembaruan otomatis jika sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas perangkat.
17. Gunakan Kunci Layar
Keamanan aplikasi juga berkaitan dengan keamanan perangkat secara keseluruhan.
Gunakan metode penguncian layar seperti:
- PIN;
- pola;
- password;
- atau biometrik yang tersedia pada perangkat.
Dengan begitu, jika smartphone tertinggal atau hilang, orang lain tidak dapat dengan mudah mengakses aplikasi dan informasi di dalamnya.
18. Jangan Memasang Aplikasi Hanya karena Dibutuhkan Sesaat
Terkadang seseorang memasang aplikasi hanya karena ingin menggunakan satu fitur.
Setelah selesai, aplikasi tersebut tidak pernah digunakan lagi.
Sebelum memasang aplikasi, tanyakan:
Apakah saya benar-benar membutuhkannya?
Jika hanya digunakan sekali dan memiliki banyak izin atau membutuhkan akses yang tidak jelas, pertimbangkan apakah ada alternatif yang lebih sederhana.
Checklist Sebelum Menginstal Aplikasi
Gunakan checklist berikut sebelum memasang aplikasi baru:
☐ Nama pengembang jelas.
☐ Fungsi aplikasi dijelaskan dengan baik.
☐ Aplikasi berasal dari sumber terpercaya.
☐ Ulasan pengguna sudah diperiksa.
☐ Informasi pembaruan tersedia.
☐ Izin yang diminta masuk akal.
☐ Kebijakan privasi tersedia.
☐ Tidak ada klaim yang terlalu berlebihan.
☐ Tidak diminta memberikan password atau OTP.
☐ Tautan aplikasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Jika beberapa poin tersebut belum jelas, jangan terburu-buru melakukan instalasi.
Bagaimana Jika Aplikasi Sudah Terlanjur Dipasang?
Jika Anda sudah memasang aplikasi dan kemudian merasa ada sesuatu yang tidak wajar, lakukan pemeriksaan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Periksa izin aplikasi.
- Cabut izin yang tidak diperlukan.
- Periksa apakah aplikasi masih dibutuhkan.
- Perbarui sistem dan aplikasi.
- Hapus aplikasi jika tidak diperlukan atau menimbulkan masalah.
- Jika ada aktivitas akun yang mencurigakan, segera amankan akun melalui saluran resmi.
Jangan panik hanya karena sebuah aplikasi meminta izin tertentu. Evaluasi berdasarkan fungsi aplikasi dan informasi yang tersedia.
Kesimpulan
Memeriksa keamanan aplikasi sebelum instalasi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit.
Pengguna dapat memulainya dengan melihat nama pengembang, membaca deskripsi, memeriksa ulasan, memahami izin yang diminta, serta membaca informasi mengenai privasi dan penggunaan data.
Hindari memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas hanya karena menawarkan keuntungan tertentu. Jangan pula memberikan password, PIN, atau kode OTP kepada orang lain.
Kebiasaan sederhana untuk memeriksa aplikasi sebelum memasangnya dapat membantu menjaga keamanan smartphone dan data pribadi.
Yang paling penting, jangan terburu-buru. Jika sebuah aplikasi terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau meminta akses yang sulit dijelaskan, luangkan waktu untuk memeriksanya terlebih dahulu.